Type something and hit enter

By On

Indonesia memang unik. Di Negeri ini, kita tidak hanya bisa menemukan tempat tisu gulung di toilet, melainkan juga nongkrong di warung-warung makan pinggir jalan. Ya, di sini, kertas selampai jenis tersebut beralihfungsi dari yang tadinya ditujukan untuk membersihkan kotoran di anus, menjadi pengelap sisa-sisa makanan yang menempel di mulut. Padahal, setiap tisu memilik karakteristik dan fungsi berbeda-beda. Itu sebabnya ada yang dinamakan Faccial Tissue yang ditujukan untuk mengelap wajah, Napkin Tissue untuk membersihkan mulut sesudah makan, Toilet Tissue yang menjadi pegganti air ketika buang air besar dan kecil, serta Multi Purpose Tissue yang memiliki banyak kegunaan seperti mengelap benda-benda dan tangan.


Secara harga, tisu toilet memang relatif lebih ramah di kantong ketimbang kertas selampai jenis lainnya. Namun begitu, adakah dampak buruk terhadap kesehatan jika tisu toilet digunakan untuk mengelap wajah atau sisa-sisa makanan dari mulut? Berikut ulasannya.

Mengandung Bakteri Bacillus

Dikutip dari berbagai sumber, tisu toilet kabarnya mengandung Bakteri Bacillus yang bisa menyebabkan infeksi pada mata, darah, paru-paru, sistem saraf pusat, dan dapat mengakibatkan keracunan makanan. Bahkan, kertas selampai jenis tersebut dilaporkan terbuat dari bahan-bahan daur ulang, meski tidak secara keseluruhan.

Tidak Menyerap Minyak

Tisu toilet tidak mampu menyerap minyak secara maksimal karena bahan dasarnya berbeda dengan tisu makan. Tisu toilet lebih mumpuni dalam menyerap air, sebagaimana maksud dari pembuatannya.
Jika tisu toilet digunakan sebagai pengelap mulut dari sisa-sisa makanan, jelas minyak yang menempel tidak dapat dibersihkan secara sempurna, yang mana kulit nantinya bisa menjadi tempat berkumpulnya kuman juga bakteri. Begitu pula jika dipakai untuk mengelap keringat pada wajah.

Mudah Hancur Jika Terkena Air

Sebagaimana disinggung di atas, tisu toilet lebih mumpuni dalam menyerap air. Kertas selampai jenis tersebut memang sengaja didesain demikian, agar mudah hancur ketika terkena air sehingga tidak menyebabkan mampet pada saluran pembuangan di toilet. Jika digunakan pada mulut, bukan tidak mungkin bagian tisu yang hancur tertelan dan mengakibatkan gangguan pencernaan.

Bertekstur Kasar

Tekstur tisu toilet adalah yang paling kasar dari jenis-jenis tisu lainnya, sehingga tidak cocok untuk dijadikan lap pada area wajah. Sebagaimana diketahui, karakter kulit wajah berbeda dengan bagian tubuh lainnya. Kulit wajah lebih sensitive sehingga membutuhkan penanganan dengan bahan-bahan tersendiri dalam perawatannya.

Demikian penjelasan mengenai tisu toilet. Meski persentase potensi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan belum jelas, namun ada baiknya kita bijak dalam penggunaan kertas selampai, terlebih ada beberapa jenis dengan tujuan berbeda-beda yang tersedia.
Selain itu, penting bagi kita mengetahui bahwa penggunaan tisu secara berlebih itu sama saja ikut andil dalam menciptakan masalah serius yang bisa membahayakan bumi, mengingat sebagian besar pembuatan kertas selampai tersebut bukan dari kertas daur ulang, melainkan pohon.

Ketergantungan terhadap kertas tisu mungkin sulit dihilangkan begitu saja, namun kita bisa memulainya dengan membeli tisu berlabel ramah lingkungan, Forest Stewardship Council (FSC), simbol yang menandakan bahwa bahan produksi berasal dari komoditas hutan yang dikelola secara bertanggungjawab, baik secara sosial atau pun lingkungan. Dengan kata lain, tisu berlabel FSC tersebut tidak diperoleh dari hutan yang berpotensi merusak lingkungan, yang memperhatikan konservasi keanekaragaman hayati, rehabilitasi hutan, peminimalisiran emisi karbon, serta memperhatikan hak-hak masyarakat sekitar hutan, masyarakat adat, dan juga hak-hak para pekerja.

0 komentar